Ketika keretaku tak datang lagi
Menjeput cintaku yan telah.. lama mati
Seperti layaknya bintang.. tak bersinar
Namun aku masih tetap tersenyum
Ketika kekasihku menginggalkan aku
Ku tak tahu kemana dia telah pergi
Tak tersentuh, tak terjamah, tak kudengar lagi
Namun aku masih menikmati hidup…
Ketika keretaku telah datang kembali
Membawa cintaku tertera di dasar hati
Menawarkan kepedihan di antara tawa
Namun aku masih tetap tersenyum
Thursday, November 12, 2009
Masih Tetap Tersenyum
Ternyata Cinta
Ingin sungguh aku bicara
Satu kali saja
Sebagai ungkapan kata… perasaanmu padaku
Telah cukup lama kudiam…
didalam keheningan ini
Kubekukan di bibirku
Tak berdayanya tubuhku
Dan ternyata cinta yang menguatkan aku
Dan ternyata cinta… (tulus mendekap jiwaku)
Kau yang sungguh selalu setia
Menemani kesepianku
Menjaga lelap tidurku
Membasuhku setulusnya
Merekahnya fajar hatiku
Menghangatkan luruhku
Dan resapkan keharuman
Engkau yang mencintaiku
Akhir Dunia
Begitu banyak kisah, yang datang silih berganti
Tak henti mewarnai, setiap jejak langkahmu
Begitupun adanya kepingan makna dirimu.. uh..
Yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu
Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
Terhimpit diantara hitam putih kehidupan…
Sementara sang waktu, tak akan mau menunggu
Seiring denyut hidup, ia kan terus berdetak…
Saat langkahmu terhenti, dan gelap…
Menyelimuti hatimu…………….
Sebaiknya kini engkau mulai berenang
Sebelum kau terhanyut, deras arus kehidupan…
Dan jangan pernah merasa, inilah… akhir dunia
Seolah tak ada lagi, jalan untuk kembali…
Saat jiwamu meredup…
Saat kegelapan menyelimutimu…
Sisakan satu ruang untuk bercermin…
Dan dengarkan mata hatimu berkata
Jangan pernah berhenti mengejar
semua mimpimu
Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
Bukanlah akhir dunia…
Bukanlah akhir dunia…
Uh… Uh…
Save My Soul
Now I’m sitting in the corner of my room
Staring through the window, watching the sun goes down
And the shadow starts to creep accross the floor
In this Loneliness, I’m crying in my bed
And the rain begin to fall down on me
As the sadness growing deep inside me
I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide
Chorus:
So where has all my lights gone?
For I need to fine the way out there
In my every breath, I am chanting your name
Give me strength so I can save my soul
My minds keeps telling me to hold on
And says I have to be a real man
I’m still wondering if I’ll ever find my way
That leads me to your light and to your grace
Chorus
Menerobos Gelap
Ku ikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
Menerobos dinding-dinding gelap ini
Tak ku pertanyakan lagi seperti waktu itu
Pernah ku terjebak tanpa satu teman menemaniku
Ketika (selagi) aku tenggelam dalam kesunyian ini
ku coba mendamaikan hatiku
Sepatutnya aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku meretaskan jiwa
(Melangkahkan kakiku menuju cahaya)
Tegaskan diriku untuk melewatkan hari
Dengan keyakinan hati aku kumiliki
Biar, aku ikhlaskan peluhku basahi jiwaku
Sirami hatiku… aku akan tetap terus melangkah
Siapa Gerangan Dirinya
Aku sayapnya… tambatan hatinya
Yang mengilhami tiap langkah hidupnya
Begitu adanya… dalam goresan pena
Ia suratkan berkala untukku
Tak sekalipun kujumpai dia
Chorus:
Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya
Aku nafasnya mungkin pula nadinya
Kan menjaga denyut jiwanya
Berartinya aku dimata hatinya
T’lah meniupkan cinta sejatinya
Sungguh enggan ia merelakan aku
Chorus
Elok
Aku.. membayangkan surga ada di depanku
depan mataku..
Saat aku menikmati teduhnya wajahmu
Indah hatimu
Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta
Chorus:
Tak pernah henti-hentinya aku
Terus mencintai dirimu
Tak pernah henti-hentinya aku
Tetap menyayangi dirimu
Seperti adanya diriku
Seperti adanya aku ini
Seperti adanya diriku
Aperti adanya…
Aku ingin melupakan hasrat tuk melangkah sejenak pergi
Inginku sempurnakan hidupku disampingmu memeluk jiwamu
Tak jemu-jemu ku pandang
Begitu elok kau tercipta
Menanti Sebuah Jawaban
Aku tak bisa luluhkan hatimu...........
dan aku tak bisa menyentuh cintamu........
seiring jejak kakiku bergetar..........
aku t'lah terpagut oleh cintamu...
menelusup hariku dengan harapan......
namun kau masih terdiam membisu.........
Reff :
sepenuhnya aku ingin memelukmu.....
mendekap penuh harapan tuk mencintaimu...........
setulusnya aku akan terus menunggu........
menanti sebuah jawaban.....
tuk memilikimu.........
betapa pilunya rindu menusuk jiwaku......
semoga kau tahu isi hatiku.........
dan seiring waktu yang terus berputar........
aku masih terhanyut dalam mimpiku......
(back to reff)
Tak Hanya Diam
Meresap kecup hangat… sebentuk cinta
T’lah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati..
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam
Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti, makna…
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta
Pasti bukan harta dunia semata…
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam…
Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang
Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta
Prolog
Angin bertiup… menyadarkan aku
Tepat saat aku mendiamkan diri
Apa yang telah terjadi… kepada diriku
Apakah bulan memihak padaku
Dan pijarnya masihkah menghiasi malam
Aku akui kesalahan ini
Tak harus aku ulangi
o…
Seperti halnya engkau sang mentari
Tak henti menyinari seluruh bumi
Begitu juga.. adanya diriku
Tak akan berhenti langkahku
Langit memang berlapis adanya
Samudra pun membentang oh… luasnya
Tak ubahnya diriku adanya
Takkan usai semangatku
o…
Pasang air menyapu kerasnya karang
Takkan goyah meskipun harus diterjang
Kini aku mencoba meraba lagi
Mengikrarkan janji
Repihan Hati
Sahabat...dengarkanlah sekedar pintaku ini
Aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku
Telah lama engkau tahu diriku terbeban perih
Hanya engkau yang berkenan menemani hidupku...
Tiada yang sebaik dirimu
Tak seteduh lembut caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)
Chorus:
Sebelum tiba saat rebahkan tubuhku
Sebelum tiba saat tiba saat lepaskan jiwaku
Sahabat...dengarkanlah repihan isi hatiku
Aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku
Sesungguhnya hidup ini tak mampu bertahan lagi
Meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu...
Tiada yang sebaik dirimu
Tak seteduh lembut caramu
Tak semurni palung sikapmu
Yang menguatkan semangatku (harapanku)
Chorus
Patah
Bagai serpih-serpih pasir di pantai
Tersapu gelombang pasang
Meski harus hilang terpecah karang
Meninggalkan kenangan abadi
Ada tersimpan rasa perih mendera
Mengingat engkau disaat itu
Masih tentang cerita engkau dan dia
Yang tak pernah terukir indah
Kau bawa aku renungi apa yang terjadi
Kau bawa aku resapi semua tangismu itu
Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata
Namun air mata meski tercurah
Memandu cerita itu
Jiwamu tak mampu menahan semua
Ketidakberdayaan ini
Kau patahkan semua cerita hidupmu
Kau remukkan harapan yang tumbuh di hati
Memelukmu kuingin
Menyentuhmu kuingin
Dan mengucapkan sepatah kata
Sesuatu Yang Tertunda
Disini aku sendiri, menatap relung-relung hidup
Aku merasa hidupku, tak seperti yang kuimingkan
Terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku
Seperti yang mereka tahu, seperti yang mereka tahu
Chorus:
Aku merasa disudutkan kenyataan
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan
Butakan mataku semua tentang keindahan
Menggugah takutku, menantang sendiriku
Temui cinta, lepaskan rasa
Disini aku sendiri masih seperti dulu yang takut
Aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap
Tergambar begitu rupa, samar seperti yang kurasakan...
Kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit
Chorus
Menjadi Bijak
Betapa...ini sangat berarti
Membagi gelisah dengan dirimu, kawan
Kau kepakkan kau terbangkan alam pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama ter...ti...dur
Memang hidup itu harus begini, adanya...
Kau kepakkan kau terbangkan alam pikiranku
Menembus ruang dan waktuku
Membangunkan lelap jiwaku
Setelah lama ter...ti..dur
Terukir..lebih baik hidupku
Menanti Keajaiban
Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati
Betapa aku telah lama tinggalkan binary di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa . jauh
Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti penuh harap
Kumenanti keajaiban datang dan menghampiriku
Oh ..
Aku tak tahu apa yang
Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban ..
Seharusnya aku tak patut bersedih
Cahaya Mata
Teduhkanlah hatiku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah ..
Bahagialah ..
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku
Diatas Bumi Kita Berpijak
Bersyukurlah...bahwa kita masih
Saling mendengarkan dan berkata
Bersyukurlah bahwa kita masih memijakkan kaki
Di atas bumi menghirup nafas alam-Nya
Chorus:
Memandang ke atas langit...takjubkan hati
Merendahkan jiwa ini...dan terilhami
Seperti (teduh) sepasang mata malaikat
Yang turut mengisi isi bumi
Tak ubahnya desir angin yang menerpa (menerjang)
Kekosongan dan kesunyian hati
Rapuh
Kularut luruh dalam keheningan hatimu
Jatuh bersama derasnya tetes air mata
Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
Melagukan kepedihan didalam jiwamu
Chorus:
Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jikaku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu
Sebenarnya ku tak ingin berada disini
Ditempat jauh yang sepi memisahkan kita
Kuberharap semuanya pasti akan berbeda
Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi
Chorus
Hitam
Oh jiwaku dimanakah aku kini
Kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi
Oh tubuhku mengapakah engkau kini
Masih membisu tak kunjung bicara padaku
Chorus:
Oh ceritakanlah padaku apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku
Tolonglah kau tuntunkan aku lagi agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku
Penuntun jiwaku luruskanlah hatiku
Seandainya aku tahu apa yang akan terjadi nanti
Aku masih terus melayang bersandingkan langit hitam
Masih melayang terus melayang
Chorus 2x
Tak perlu kutangisi
Kupasrahkan sekuat hati
Saat jiwa terlepas
Saat jiwa terlepas [2x]
Ketakjuban
Ku tahu kau memiliki segalanya
Yang mampu menaklukan hatiku
Sebenarnya ku tak pernah mengenalmu
Apa mungkin kau sungguh hadir untuk
Membebaskan aku
Selamatkan aku
Chorus:
Ketakjuban hatiku mengikuti langkahmu
Meruntuhkan seluruh akalku
Dipenghujung jalanku ku rapatkan hatiku
Meleburkan segenap kekuatanku
Bicaralah dengan apa adanya
Bukan hanya tuk memikat hatiku
Sementara ku tak berdaya denganmu
Tak urung ku memperhambakan diriku
Membebaskan aku
Selamatkan aku
Chorus 2x